Tampilkan postingan dengan label Tips N Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips N Trik. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Kata Kunci

| Senin, 07 Maret 2011
Cara membuat kata kunci di blog yang baik untuk SEO harus sangat bro perhatikan. Membuat kata kunci untuk SEO tidaklah mudah. Karena ini bukanlah masalah sepele, bila terjadi kesalahan akan sangat fatal akibatnya, terutama efeknya terhadap blog bro. Ya, semua ini ada hubungannya dengan search engine no.1 yaitu MBAH Google

Oke, berikutnya langsung aja yuk ke cara membuat gimana sih kata kunci yang baik untuk SEO. Ada beberapa yang akan saya bagikan, supaya gampang dilihatnya saya bagi berdasarkan nomor saja ya. Sbb :

1. Kepadatan kata kunci
SEO jangan berlebihan, kepadatan yang disarankan yaitu 5-20% dari total kata yang ada. Bila lebih takutnya nanti dianggap spam sama om Google.

2.Perhatikan h1,h2 dan h3
Title blog secara default biasanya h1, tetapi kadang ada yang tidak h1. Sebaiknya bro ubah.

3.Ukuran ketebalan font (font size)
bold = strong
italic = emphasis
Bisa juga pergunakan underline sebagai alternatif

4.Keyword awalan paragraf
Keyword awalan paragraf yang dekat dengan title usahakan buat dengan bold dan juga huruf yang lebih besar. Tetapi jangan kebesaran ya, ntar ga kelihatan dong?

5.Keyword anchor text kembali
Saat bro membuat exchange links dengan teman, usahakan jangan menulis http:// tetapi gunakan keyword sebagai anchor textnya. Baru keyword tersebut diberikan link. Lebih baik untuk SEO lho.

Sebagian dari trik ini dapat digunakan untuk mencuri kata kunci "NegeriAds.com solusi berpromosi". Cara ini sudah teruji dan banyak digunakan oleh master SEO kok dalam cara membuat kata kunci yang baik untuk SEO.

.::SELAMAT MENCOBA::.

Tips Mengubah FlashDisc Menjadi RAM

| Minggu, 06 Februari 2011

Seringkali kita jengkel sama komputer kita yang kian hari malah kian terasa lambat. Padahal dulunya mungkin rasanya cepat banget, namun sekarang justru lambat banget. Mungkin ada banyak faktor yang mempengaruhinya seperti program yang terlalu banyak, harddisk yang tersisa sedikit, atau prosesor yang perlu “update”. Namun sebenarnya faktor yang cukup penting dari kecepatan komputer ialah pada besar kecilnya RAM. Tetapi, harga RAM di pasaran sudah cukup tinggi. Bagaimanakah solusinya supaya komputer kita tetap mendapat tambahan RAM, namun tidak menguras kantong? Gampang. Jika kita memiliki flashdisk/flashdrive yang mungkin tidak terpakai, dapat kita manfaatkan kembali dan kita ubah menjadi RAM. Wah kog bisa? Sebentar, maksud dari mengubah tersebut bukan merubah susunan dan bentuknya sehingga bisa kita masukkan ke dalam slot RAM pada CPU kita, melainkan kita hanya mengubah fungsinya saja sehingga menyerupai RAM. Dalam tutorial kali ini saya memanfaatkan aplikasi yang bernama eBoostr.

Program eBoostr ini sebenarnya tidak gratis atau dapat kitak katakan berbayar, namun sudah banyak juga cracknya atau patchnya yang bisa digunakan untuk menghilangkan batasan dalam free trial.

Konsep dasar eBoostr ini adalah membuat cache ke dalam flash drive yang tentunya kecepatan akses data untuk read/write lebih cepat dibanding dengan proses melalui hard disk.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan hasil maksimal :
  1. Flash Disk dengan kecepatan Read/Write minimal 20 MB/s, lebih cepat lebih baik tidak perlu space yang terlalu besar juga minimal 512-1GB saja sudah cukup. Atau jika kesulitan menemukan flash drive yang kecepatan read/writenya bagus dapat cari flash dengan logo “ReadyBoost”.
  2. Port USB 2.0
  3. eBoostr program. Jika anda belum punya, dapat download Di Sini
Cara instalasinya cukup mudah. Untuk step-by-step nya instalasi dan patch nya sebagai berikut :
  1. Download dan exctrac file eBoostr.2.02.Build.424
  2. Jalankan dan install eboostr.exe
  3. Setelah instalasi selesai.... jangan jalankan eboostr, kalau eboostr sudah jalan secara otomatis... tutup eboostr dengan cara klik kiri eboostr yg berada di system tray (kanan bawak dekstop) lalu pilih exit
  4. Setelah ditutup, jalankan patch.exe
  5. Saat patch.exe di buka, pilih patch dan cari di mana program eboostr di install.
  6. Setelah “done”, eboostr akan menjadi full
  7. Untuk membuat flashdisk menjadi memory RAM tancapkan flashdisk ke komputer
  8. Lalu jalankan eboostr dan pilih add
  9. Pilih flashdisk yang akan di jadikan memory RAM
  10. Tentukan ukuran cache, sebaiknya jangan di ubah (buat sesuai default) karena eboostr akan menentukan jumlah cache yg akan dijadikan RAM.
  11. Setelah itu pilih "ok" dan tunggu beberapa saat. Proses akan berlangsung cukup lama tergantung berapa besar cache yg digunakan.
  12. Setelah selesai akan ada pertanyaan, lalu pilih ok.
  13. Setelah proses selesai komputer anda akan menjadi lebih cepat.
 


Berdasarkan hasil percobaan saya, eBoostr ini sangat membantu untuk notebook saya yang hanya mempunyai RAM 1 GB. Saya mencobanya untuk memainkan game Call of Duty : Modern Warfare 2, dan cukup lancar dengan flash disk yang saya gunakan dalam eBoostr sebesar 1GB. Sebelum menggunakan eBoostr ini, untuk membuka gamenya saja mungkin sudah sangat lambat, apalagi untuk memainkannya. Namun bagi PC/Notebook yang mempunyai RAM 1GB ke atas, anda tidak akan merasakan terlalu banyak penambahan kecepatan setelah menggunakan eBoostr ini.

So, sebelum kita mengeluarkan isi dompet kita terlalu dalam untuk membeli RAM yang baru, ada baiknya untuk mencoba program eBoostr ini dahulu. (D_V)

Tips Mempercepat Koneksi Internet

| Rabu, 02 Februari 2011
Tidak selamanya layanan ISP perfect seperti harapan pengunanya. Kali ini bagi pelanggan speedy yang terkadang suka mencak-mencak gara-gara koneksinya sering banget lelet alias lemah koneksi internetnya, Tenang, ada solusi paling baik buat anda dan terbukti berhasil mempercepat koneksi speedy, hanya dengan 2 cara mudah saja, mudah-mudahan berhasil ya :




Cara pertama:

Percobaan di modem tp-link

*Masuk ke settingan modem, 192.168.1.1

*Klik Advanced Setup

*Klik ADSL, lalu pilih ADSL Mode, awalnya pasti ADSL2+ lalu diganti jadi G.DMT, lalu klik save, tunggu beberapa saat browsing lagi.















Cara kedua:

*Setelah lakukan cara pertama lalu masuk ke control panel lalu pilih Network Connections

*Klik kanan di LAN atau Wireless Network Connection, lalu pilih properties. itu tergantung kalian pake LAN atau WIFI

*Lalu klik di internet protocol (TCP/IP) klik properties

*Lalu pilih Use the following DNS server addresses

*Masukan preferred DNS server: 8.8.8.8

*Masukan Alternate DNS server :8.8.4.4

*lalu klik ok

*lalu klik kanan di gambar jaringan di paling bawah kanan layar komputer kita, lalu pilih repair, dan setelah itu buktikan kecepatan yang terasa pasti lebih cepat dari kecepatan yang sebelumnya.

UPDATE DNS:
8.8.8.8
4.4.4.4
 atau
8.8.8.8
1.1.1.1

DNS yang diatas ini hasil coba2 dan ternyata berhasil kenceng juga. Yach lumayan dari pada sebelumnya..!!

UPDATE DNS UTAK-ATIK:

1.1.1.1
8.8.8.8

silahkan mencoba sendiri kecepatannya. Kalau masih lemot juga berarti anda belum beruntung, utak-atik lagi aja ya ..:: Selamat Mencoba ::..
VPN port 53 lebih mangtab..

Menambah Bandwitch Dengan Mozilla

| Senin, 26 Oktober 2009
Ada banyak cara untuk mengakali koneksi internet yang lambat, apalagi anda menggunakan akses internet di warnet-warnet yang kebanyakan mereka telah membatasi bandwidth setiap komputernya. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang bisa Anda coba :

1). Buka Browser Mozilla Firefox
2). Pada Address Bar Ketik : ABOUT:CONFIG
3). Cari string di bawah ini :
( pastikan semua srting dibawah “TRUE”)

contoh menggantingnya :

NETWORK.HTTP.PIPELINING FALSE ==> klik kanan dan pilih “Toggle”

NETWORK.HTTP.PIPELINING TRUE


NETWORK.HTTP.PIPELINING.MAXREQUESTS 64


NETWORK.HTTP.PROXY.PIPELINING TRUE


NETWORK.PROXY.SHARE_PROXY_SETTINGS FALSE <=== ini harus False

4). buat srting baru caranya : Klik Kiri 1X Dimana Saja, Klik Kanan NEW>>INTEGER
5). Ketik : NGLAYOUT.INITIALPAINT.DELAY Beri Nilai 0
6). Kemudian REFRESH atau Tekan F5
7). Pada Address Bar Ketik : ABOUT:BLANK

Klik Menu:

Untuk OS Windows XP, TOOLS>>OPTIONS>>WEB FEATURES

Untuk OS Linux ( Vector ) EDIT >> PREFERENCES

Untuk Setting yang berbeda di beberapa OS EDIT >>ADVANCED

9). Pada Option:

ALLOW WEB SITES TO INSTALL SOFTWARE Beri Tanda Check Box Untuk mengaktifkan

10).Kemudian Tekan OK Lalu REFRESH ( F5 )
11).Masuk Ke Link Ini :

https://addons.mozilla.org/extensions/moreinfo.php?applicationfiltered=firefox&id=125

atau :

https://addons.mozilla.org/extensions/moreinfo.php?id=125&applicationfiltered=firefox

12).Download Software SwitchProxy Tool Versi 1.3.4
13).Setelah Selesai Jangan Tekan Tombol UPDATE
14).Klik Tanda X (tutup)Yang Ada Di Pojok Kanan Atas Dari POP UP Window Yang Muncul
15).Tutup Semua Browser Mozilla FireFox,
16).Kemudian Buka Lagi Untuk Mengaktifkan Software SwitchProxy Tool Versi 1.3.4 Yang sudah di Install Tadi
17).Kalo Instalasi Sukses, Akan Muncul Toolbar tambahan Di Bawah Toolbar Navigasi & Address Bar.

Sekarang Browser Mozilla Siap Untuk Digunakan

Catatan :
-, Software SwitchProxy Tool Versi 1.3.4 Ini selain untuk Mengganti Proxy Secara Otomatis Di Browser Mozilla FireFox, Engine-nya Juga Berpengaruh terhadap Kecepatan Koneksi Internet
-, Cara Ini Sangat Efektif Bila Digunakan Di Warnet Yang Padat Pengunjung untuk Menyedot Bandwidth (Mayoritas kecepatan akses Internet ) Ke Komputer Yang Sedang Anda Pakai
-, Perubahan Yang Signifikan Terjadi Pada koneksi Internet Dengan BROADBAND / VSA

CATATAN HITAM SOFTWARE DEVELOPMENT

| Minggu, 04 Oktober 2009
Dengan berbekal Internet berkecepatan tinggi, mungkin dalam satu hari Anda dapat men-download puluhan software. Lalu, untuk apa membuat software?

DUNIA SOFTWARE memang cukup ironis. Di satu sisi banyak terdapat pilihan software-software jadi yang dapat diperoleh dengan gratis maupun bayar (ataupun seharusnya bayar, tetapi di-crack!), tetapi di sisi lain tidak mudah mendapatkan software yang sesuai keinginan sehingga software perlu dipesan dan dibuat khusus. Dalam hal ini, programer/developer mirip dengan penjahit yang membuat pakaian secara khusus, tugas system analyst dan database administrator dapat diibaratkan dengan desainer pakaian yang merancangnya terlebih dahulu. Hanya saja, tidak semua software development berjalan dengan mulus. Software terhenti di tengah jalan, dirombak ulang, selesai tapi tidak memuaskan, merupakan cerita-cerita hitam yang bukan jarang-jarang terjadi. Sementara waktu dan
materi telah banyak dikorbankan untuk itu.

Hubungi Developer!
Pak Kumis membuka sebuah toko sederhana, saat pelanggan semakin banyak dan penjualan meningkat, Pak Kumis mulai berpikir untuk membuat dan menerapkan sistem komputerisasi untuk mengembangkan bisnisnya. Jalan pertama yang ingin diambil oleh Pak Kumis tentu jalan yang termurah dan termudah (kalau ada mengapa tidak), Pak Kumis mendengar di Internet banyak terdapat software yang dapat diperoleh dengan cuma-cuma. Maka, dalam waktu relative singkat Pak Kumis telah mengumpulkan cukup banyak software yang berhasil di-download. Pak Kumis kemudian mencoba software tersebut satu demi satu, ada yang tidak sesuai dengan keinginan Pak Kumis karena terlalu kompleks, sebaliknya ada juga yang terlalu sederhana, ada yang berbahasa asing dan tidak dapat dimengerti, ada yang membuat komputer Pak Kumis hang, dan seterusnya sampaiakhirnya tidak ada satupun software yang sesuai. Akhirnya, Pak Kumis memutuskan untuk menyewa seorang programer/developer yang dapat mewujudkan sistem yang diidamkan oleh Pak Kumis, setelah melalui negosiasi harga yang cukup ketat, maka dimulai pembuatan software kustomisasi atau sering juga disebut tailor made. Tersedia cukup banyak skenario yang mungkin terjadi menyusul kesepakatan antara Pak Kumis dan pihak developer. Tetapi, hanya ada dua pilihan akhir yang mungkin terjadi, happy ending atau sad ending. Happy ending kalau software buatan sang developer sesuai dengan keinginan Pak Kumis, sad ending kalau software tersebut tidak pernah sesuai dengan keinginan Pak Kumis. Pada artikel ini, kita akan fokus pada pembahasan sad ending, bukan untuk menceritakan hal-hal yang memprihatinkan, tetapi bagaimana untuk belajar dan menghindari hal tersebut.

Menebak Wajah Software
Pakaian dapat digambar sebelum dibuat sehingga customer dapat membayangkan hasil akhirnya. Sebuah rumah juga dapat dibuat cetak birunya sehingga customer dapat mereka strukturnya, tetapi membayangkan wajah software yang belum ada kadang hampir sama sulitnya dengan membayangkan wajah bayi yang belum dilahirkan. Tentunya, desain software dapat dibuat agar mampu memberikan gambaran bagaimana wujud software tersebut. Bahkan beberapa customer dapat membuat user requirement sedemikian rupa, lengkap dengan desain tampilan dan alur yang sangat jelas. Tetapi, sebagian customer tidak memiliki bayangan sedikit pun bagaimana mengimplementasikan sistem manualnya ke dalam sistem komputer. Bahkan mungkin tidak juga sepenuh-nya memahami desain software yang dibuat oleh system analyst. Kejadian seperti ini dapat terjadi bahkan dalam ruang lingkup sistem yang relatif kecil, dan kita tidak dapat menyalahkan salah satu pihak jika software yang ingin dibangun gagal untuk didesain terlebih dahulu, yang jelas merupakan sebuah kesalahan besar untuk memaksakan membuat software yang belum diketahui dengan jelas desain sistemnya. Menyamakan persepsi akan sistem yang akan dibangun merupakan suatu proses yang relatif dapat berlangsung cukup lama, dikarenakan pihak customer dan developer harus berkolaborasi menyusun sistem tersebut. Dari sisi developer, tentunya sudah memiliki background pengetahuan tahap-tahap pengembangan software, bagaimana siklus hidup software, dan seterusnya. Sedangkan dari sisi customer, memiliki pengetahuan mengenai proses bisnis yang digelutinya. Mempertemukan dua hal ini merupakan awal yang sangat menentukan untuk melahirkan software yang sesuai. Tetapi, untuk menyatukannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, bisa diakibatkan karena background yang berbeda serta tingkat komunikasi yang kurang baik. Komunikasi merupakan bagian penting agar sebuah kerja sama dapat berjalan dengan baik, skill teknikal yang luar biasa tidak menjamin developer selalu mampu menghasilkan softwareyang dibutuhkan. Sebaliknya juga komunikasi yang baik jika tidak didukung dengan teknikal yang memadai, tidak akan menghasilkan produk yang memuaskan. Untuk bersama-sama menghasilkan gambaran software yang akan di-develop, ada kalanya diperlukan pihak konsultan teknologi informasi (IT Consultant) untuk menjembatani antara customer dan developer. Konsultan tersebut harus memahami proses bisnis customer dan mampu menyarankan solusi TI yang perlu dikembangkan oleh developer.

Developer atau Konsultan?
Sering terdapat kerancuan antara tugas developer dan konsultan. Beberapa customer memiliki anggapan bahwa pihak developer harus bertugas dan berlaku sebagai konsultan bisnisnya, selain tentunya membuat program. Hal ini kadang kala berbuntut dengan kerugian bagi kedua belah pihak. Hal pertama karena pihak developer seharusnya tidak merangkap sebagai IT consultant tanpa kesepakatan yang jelas, hal kedua karena pihak developer belum tentu memahami sudut pandang customer dari sisi bisnis dan kebutuhan. Karena itu jika pihak developer merangkap sebagai konsultan, maka pihak developer harus memiliki kapasitas sebagai konsultan dan perlu dipahami oleh customer bahwa proses konsultasi dan proses development merupakan dua proses dan tanggung-jawab yang terpisah. Pihak konsultan juga dapat merupakan pihak ketiga yang disewa oleh customer untuk membantu mengembangkan bisnisnya. Solusi yang ditawarkan tidak selalu merupakan pengembangan software, tetapi juga dapat berupa perbaikan infrastruktur, penggunaan teknologi tertentu, peningkatan keamanan sistem, dan seterusnya.


Metodologi
Sebuah metologi pengembangan sistem software dapat dijadikan sebagai patokan developer untuk melakukan tahap-tahap pembuatan software. Metodologi yang umum dikenal adalah System Development Life Cycle (biasa disingkat DSLC atau SLC) yang didefi nisikan US Departement of Justice. SDLC menjelaskan tahapan pembuatan software, di antaranya adalah perencanaan, analisis, desain, development, testing, deployment, implementasi, dan maintenance. Idealnya SDLC diharapkan menghasilkan sistem berkualitas yang memenuhi (atau kalau perlu melebihi) harapan customer dan sesuai dengan estimasi biaya dan waktu. Sebuah metodologi lainnya adalah Extreme Programming atau disingkat XP di http://www.extremeprogramming.org/, yang membagi tahapan ke dalam empat bagian besar, yaitu Planning, Designing, Coding, dan Testing. XP menekankan peran customer sebagai bagian dari keberhasilan sistem. Tentunya bukan bertugas sebagai developer, tetapi untuk berperan serta menuliskan skenario (User Stories) tanpa harus menggunakan istilah teknis. User stories ini nantinya akan mengarah pada User Acceptance Test (UAT). Bagaimanapun, SDLC dan metodologi lainnya hanya merupakan sebuah alat bantu untuk mengarahkan pengembangan sistem yang baik. Di dalam perjalanan pengembangan software tersebut, sering kali terdapat berbagai kendala, terutama di dalam sistem yang besar dan terbagi-bagi atas beragam subsistem.

Software Tambal Sulam
Berikut ini adalah cerita yang cukup umum terjadi. Seorang developer datang ke kantor customer dan melakukan entah instalasi, perbaikan bug, ataupun maintenance rutin. Customer kemudian meminta developer untuk menambahkan suatu modul ringan, developer yang kebetulan memilikisource code software tersebut kemudian mendemonstrasikan kepiawaiannya dengan membuat modul tersebut hanya dalam hitungan menit. Kadang kala untuk membuat modul ringan tersebut, developer mengambil jalan pintas yang termudah, dengan tujuan utama adalah menghasilkan modul yang diminta dengan cepat, tanpa harus banyak mengubah kode program. Tetapi, sangat disayangkan jika untuk mencapai hal tersebut, developer mengabaikan konsep dan prinsip software development yang seharusnya diketahuinya. Praktik seperti ini, baik dalam skala kecil maupun besar akhirnya dapat merugikan developer maupun customer. Pihak customer harus memiliki pengertian bahwa perubahan modul kecil pada sistem sering kali bukanlah sebuah pekerjaan kecil, dan pihak developer harus tetap berpegang pada desain system yang benar. Jangan ragu-ragu untuk kembali pada metodologi awal yang digunakan. Sebuah requirement baru biasanya akan melahirkan perencanaan yang baru, dan bisa jadi mengubah estimasi waktu dan biaya awal.

Perubahan Spesifikasi
Cukup umum terjadi, desain yang telah dirancang pada awalnya kemudian harus diubah karena berbagai sebab. Bisa jadi karena terdapat kasus-kasus yang tidak terpikirkan sebelumnya, ataupun dikarenakan perubahan kebijaksanaan yang dilakukan customer terhadap proses bisnisnya, dan seterusnya. Saat hal ini terjadi, komunikasi yang baik akan memegang peranan yang sangat penting. Karena sering kali customer dan developer sama-sama merasa rugi dan tidak mau disalahkan atas terjadinya perubahan spesifi kasi sistem. Karena itu, jauh sebelum pihak customer dan developer mencapai kata sepakat, sebelumnya perlu dipahami bahwa iterasi atau pengulangan merupakan hal yang sangat wajar pada pengembangan software. Termasuk pengulangan requirement, perencanaan, dan bisa jadi mempengaruhi estimasi biaya dan waktu. Jika salah satu pihak tidak siap dengan hal tersebut, maka pihak tersebut juga belum siap untuk melahirkan sebuah sistem.

Implementasi
Saat software telah mencapai tahap akhir development dan akan masuk pada tahap production, jangan buru-buru membuat setup installer software yang rapi karena bisa jadi masih akan terjadi cukup banyak perubahan saat dipergunakan end user. Karena itu, perencanaan sistem yang baik tentunya telah memperhitungkan level pengguna, dari pihak customer juga harus mampu memberikan deskripsi detail kebutuhan-kebutuhan user. Jika end user merupakan staf perusahaan yang harus mengoperasikan sistem tersebut, maka dapat terjadi perubahan cara kerja yang cukup signifi kan. Sering kali implementasi awal system memerlukan proses manual dan proses komputerisasi berjalan secara paralel untuk menguji sistem. Tentunya, dari pihak developer harus terlebih dahulu melakukan tes hingga pada unit terkecil untuk mengurangi tingkat kegagalan sistem saat implementasi. Berubahnya rutinitas kerja terkadang dikeluhkan oleh user yang merasa pekerjaannya bertambah (tetapi gaji tidak bertambah), sementara keberhasilan suatu sistem harus didukung sepenuhnya oleh pihak-pihak terkait, termasuk pengguna sistem tersebut. Karena itu, diperlukan pengarahan dan training yang mendukung user untuk menggunakan sistem dengan nyaman dan memberikan pengertian bahwa sistem diciptakan justru akan membantu pekerjaan manual dan memperbaiki sistem yang lama.

Penutup
Dari awal hingga akhir software development, cobaan terbesar pada umumnya adalah menghadapi iterasi atau pengulangan. Biasanya proyek yang tidak selesai adalah sistem yang terhenti pada suatu titik bukan karena ketidaksanggupan untuk melanjutkan development secara teknis (walaupun mungkin saja terjadi pada beberapa kasus tertentu), tetapi karena berputar-putar dalam sebuah lingkaran karena adanya konflik kepentingan. Salah satu buah simalakama yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
Developer memiliki pengetahuan, prosedur, dan tools yang baik untuk membangun sistem komputerisasi yang baik, memenuhi standar pengembangan software sesuai dengan buku teks dan literatur. Di pihak lain, calon customer tidak selalu datang dari background teknologi informasi, mungkin memiliki budget relative rendah, dengan skala bisnis menengah ke bawah. Sering kali yang dikejar kedua pihak adalah kata deal, di mana developer mungkin akhirnya menawarkan biaya murah tetapi bertekad membuat software secara instan, atau pihak customer menyanggupi biaya yang diajukan tetapi menuntut sistem harus memuaskan tanpa kriteria yang jelas. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan software development dimulai dari skala dan modul yang terbatas, dimana budget dapat diterima dan kualitas software dapat dipertanggungjawabkan. Kesuksesan sebuah software tercermin dari penggunaan software itu sendiri, dimulai dari skala yang relatif kecil. Sebuah contoh yang jelas adalah operating system Windows Vista saat ini, bukankah merupakan hasil perjalanan panjang dari sistem operasi MS-DOS yang demikian sederhana dibandingkan Windows Vista? Software development dibuat untuk melahirkan sebuah sistem yang lebih baik, karena itu sudah seharusnya software development menjadi merupakan perjalanan yang menyenangkan baik bagi developer, customer, dan pengguna.

_ http://en.wikipedia.org/wiki/Systems_Development_Life_Cycle
_ http://www.extremeprogramming.org/
_ http://en.wikipedia.org/wiki/Programmer